Minggu, 01 Februari 2009

Bahasa Indonesia dan Perkembangannya

Bahasa sebagai alat komunikasi memegang peranan penting dalam proses penyampaian pendapat. Dewasa ini proses penggunaan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi mengalami banyak permasalahan, yang disebabkan oleh minimnya pengetahuan pengguna bahasa terhadap bahasa yang digunakan. Keterbatasan pengetahuan berbahasa dengan baik dan benar akan menjadi masalah krusial ketika bahasa digunakan sebagai pengantar ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan menuntut kecermatan dan ketepatan dalam penuturan gagasan. Ilmu pengetahuan akan menjadi ilmu yang salah apabila tidak disampaikan dengan benar dan tepat. Oleh karena itu bahasa yang digunakan sebagai pengantar ilmiah sudah seharusnya memiliki standar baku, kecanggihan dan kompleksitas tertentu agar dapat menyampaikan suatu gagasan dengan baik dan tepat.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang digunakan oleh Bangsa Indonesia sampai saat ini masih belum digunakan secara optimal oleh Bangsa Indonesia sendiri . Hal ini mungkin disebabkan lebih karena keterbatasan Bangsa Indonesia dalam memahami bahasa sendiri. Menurut penulis keterbatasan pemahaman ini disebabkan karena dunia pendidikan Indonesia tidak memiliki komitmen dan konsistensi dalam menanamkan pemahaman berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dunia pendidikan di Indonesia mulai dari tingkat dasar yang notabene menjadi dasar ilmu pengetahuan dan pemikiran tidak memperlihatkan hasil yang baik dalam penanaman pemahaman berbahasa Indonesia, bahkan seringkali pengajar lebih nyaman dalam menggunakan bahasa popular dibandingkan bahasa yang baku. Sehingga apa bahasa popular akan lebih dikenal oleh siswa dan kemudian akan timbul pemikiran bahwa bahasa popular tersebut merupakan bahasa yang baku. Kesalahan-kesalahan pengajaran berbahasa Indonesia terjadi sampai dengan perguruan tinggi.
Bahasa Indonesia juga dapat dikatakan sebagai korban euphoria globalisasi. Bahasa Indonesia seringkali kalah bersaing dalam penggunaan di dunia keilmuan. Tendensi globalisasi yang mengharuskan seseorang untuk dapat berbahasa Inggris untuk dapat bersaing di era globalisasi mendorong seseorang untuk mempelajari Bahasa Inggris secara lebih serius dibandingkan dengan mempelajari Bahasa Indonesia.
Dunia Ilmu Pengetahuan di Indonesia banyak berpedoman pada ilmu pengetahuan yang berasal dari luar negeri, yang sebagian besar menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar. Dunia pendidikan Indonesia juga belum dapat mengakomodasi transfer ilmu pengetahuan berbahasa asing menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan tepat dan cermat. Ketidaktepatan ini dapat dilihat dengan seringkali terjadi pada buku terjemahan yang salah dalam penerjemahan istilah, kemudian menimbulkan persepsi yang berbeda. Untuk mengantisipasi kesalahan yang mungkin terjadi memaksa praktisi dunia pendidikan untuk mempertahankan istilah asing. Fenomena yang terjadi menyebabkan Bahasa Indonesia semakin terpuruk dan tidak dapat berkembang.
Permasalahan bahasa di Indonesia menjadi sesuatu yang memprihatinkan. Menurunnya minat penggunaan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat menjadi suatu indikasi menurunnya nasionalisme bangsa. Hal ini memang sudah seharusnya menjadi perhatian seluruh bangsa, terutama pemerintah dan praktisi untuk mengembangkan Bahasa Indonesia agar dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna yang berasal dari berbagai kalangan, menumbuhkan kesadaran berbahasa, dan memupuk kecintaan terhadap Bahasa Indonesia sebagai wujud nasionalisme bangsa.

Tidak ada komentar: