Selasa, 03 Februari 2009

Situasional Theory

Teori situasional mengemukakan bahwa keefektifan dari sebuah gaya kepemimpinan begantung pada situasi yang dihadapi. Perbedaan situasi menuntut gaya kepemimpinan berbeda pula, yang kemudian memberikan tantangan untuk memilih gaya kepemimpinan yang cocok untuk situasi yang ada.

Fiedler’s Contigency Model
Fred Fiedler mengembangkan sebuah konsep teori gaya kepemimpinan yang berdasarkan pada situasi yang kemudian di kenal dengan Contingency Theory. Konsep ini didasarkan pada premis bahwa keefektifan seorang pemimpin dapat dihubungkan dengan kecocokan gaya kepemimpinannya dengan situasi yang terjadi.

Fiedler mempercayai bahwa seorang pemimpin memiliki gaya kepemimpinan dominan yang sulit untuk dirubah baik Task Oriented maupun Relationship Oriented. Seorang pemimpin yang menganut gaya kepemimpinan Task Oriented memiliki fokus pada meraih tujuan, sedangkan gaya kepemimpinan yang menganut Relationship Oriented lebih menekankan pada mengembangkan relasi positif dengan para pengikut.

Situasional Control merujuk pada jumlah control dan pengaruh yang dimiliki seorang pemimpin pada lingkungan kerja di sekitarnya. Kontrol yang tinggi menunjukan bahwa keputusan seorang pemimpin akan menghasilkan hasil yang dapat diramalkan karena pemimpin memiliki kemampuan untuk mempengaruhi hasil kerja, sedangkan control rendah menunjukan bahwa pemimpin tidak dapat mempengaruhi hasil kerja.karena sedikitnya jumlah pengaruh yang dapat diberikan oleh pemimpin. Ada tiga dimensi dari teori Situasional Control, yaitu leader-member relation, task structure, dan position power.

Leader-member relation menggambarkan bagaimana seorang pemimpin mendapatkan dukungan, kesetiaan, dan kepercayaan diantara grup kerja. Dimensi ini adalah dimensi terpenting dari Situasional Control. Leader-member Relationship yang baik menunjukan bahwa seorang pemimpin dapat bergantung pada grup kerja, sembari memastikan bahwa grup kerja akan mencoba untuk memenuhi tujuan dari pemimpin.

Task Structure memperhatikan bobot struktur dalam tugas yang dilakukan oleh grup. Karena tugas yang terstruktur memiliki panduan dalam pelaksanaan pekerjaan, maka seorang 
pemimpin akan memiliki control dan pengaruh yang lebih baik pada bawahan yang melakukan tugas tersebut. Dimensi ini adalah dimensi kedua terpenting dari Situasional Control.
Position Power merujuk pada tingkatan kekuatan formal seorang pemimpin untuk memberikan imbalan, hukuman, atau sebaliknya mendapatkan pemenuhan dari pekerja.

Fiedler menyarankan agar seorang pemimpin belajar untuk memanipulasi atau mempengaruhi situasi kepemimpinan untuk menciptakan kesepadanan antara gaya kepemimpinan dari pemimpin dengan situasi yang terjadi. Teori ini dapat menjelaskan bagaimana seseorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan tertentu dapat berhasil dalam suatu kondisi dan gagal dalam kondisi situasi yang lain.

Path-Goal Theory
Dikemukakan oleh Robert House pada tahun 70an.Didasarkan pada Expextancy Theory of Motivation. Expextancy Theory of Motivation sendiri didasarkan pada ide bahwa motivasi dapat mendorong seseorang untuk berusaha lebih yang kemudian akan meningkatkan performa dan menghasilkan hasil yang lebih baik dalam bekerja. Perilaku pemimpin kemudian diharapkan untuk dapat ditrerima ketika pekerja memandang mereka sebagai sumber kepuasan atau sebagai cara untuk membangun jalan menuju kepuasan pekerja. Sebagai tambahan perilaku pemimpin di perkirakan menjadi sebuah motivator apabila mengurangi halangan dari pencapaian tujuan, menyediakan bimbingan dan dukungan yang dibutuhkan oleh pekerja, menunjukkan imbalan terhadap pencapaian tujuan yang berarti.

House mengemukakan sebuah model yang menunjukan bagaimana keefektifan sebuah gaya kepemimpinan dipengaruhi oleh interaksi antara empat gaya kepemimpinan (directive, supportive, parcitipative, dan achievement-oriented) dan berbagai Contingency Factor. Contingency Factor adalah variable situasional yang menyebabkan sebuah gaya kepemimpinan menjadi lebih efektif apabila dibandingkan dengan gaya kepemimpinan lain. Factor yang termasuk dalam contingency factor adalah factor pekerja dan lingkungan. Lima karakteristik penting dari pekerja adalah kesadaran akan control, kemampuan pelaksanaan tugas, kebutuhan akan pencapaian, pengalaman, dan kebutuhan akan kejelasan.

Dua factor lingkungan yang relevan adalah struktur tugas dan dinamika kelompok kerja. Pekerja dengan kesadaran akan control yang baik lebih memilih gaya kepemimpinan parcitipative atau achievement-oriented, hal ini disebabkan karena pekerja percaya bahwa mereka menguasai 
pekerjaan dan lingkungan kerja. Individu seperti ini pada umumnya tidak puas dengan gaya kepemimpinan directive yang mengedepankan control belebih pada aktivitas yang dilakukan pekerja. Sebaliknya pekerja dengan kesadaran luar memiliki kecenderungan untuk menganggap bahwa lingkungan kerja mereka tidak dapat dikendalikan, yang kemudian menyebabkan pekerja dengan tipe ini akan lebih memilih struktur kerja yang diakomodasi oleh gaya kepemimpinan directive dan supportive. Seorang pekerja dengan kemampuan melaksanakan tugas yang baik dan pengalaman yang cukupkurang dapat menerima pengarahan tambaan yang kemudian menyebabkan akan tidak cocok apabila diterapkan gaya kepemimpinan directive. Pekerja seperti ini akan lebih termotivasi dan puas apabila dipimpin dengan gaya kepemimpinan Participative dan achievement-oriented. Sebaliknya seorang yang tidak berpengalaman akan beranggapan gaya kepemimpinan achievement-oriented menjadi sesuatu yang memberatkan pada waktu pekerja tersebut harus belajar untuk melakukan sesuatu yang baru. Gaya kepemimpinan supportive dan directive akan sangat membantu dalam situasi ini. Akhirnya gaya kepemimpinan supportive dan directive akan sangat membantu dalam situasi ketika pekerja mengalami ketidakjelasan peran, meskipun demikian gaya kepemimpinan directive akan membuat pekerja merasa lebih frustasi ketika mengerjakan rutinitas dan tugas yang simple, sehingga untuk situasi ini gaya kepemimpinan supportive akan lebih cocok.


Expectancy Theory of Motivation


Teori harapan berpegang pada motivasi untuk berperilaku yang menghasilkan kombinasi keinginan yang diharapkan sebagai hasil. Dasar dari teori harapan adalah prinsip hedonism (paham yang dianut orang yang mencari kesenangan semata-mata). Secara umum, teori harapan dapat digunakan untuk memperkirakan perilaku setiap situasi di mana ada dua pilihan alternatif atau lebih yang dibuat.
Victor Vroom merumuskan suatu model matematis dari teori harapan pada tahun 1964 dalam bukunya Work and Motivation. Teori Pengharapan Vroom telah dirangkum sebagai berikut :

Kecenderungan yang kuat untuk bertindak dengan suatu cara tertentu tergantung pada kekuatan harapan bahwa tindakan akan diikuti dengan suatu konsekuensi tertentu (atau akibat tertentu) dan pada kosekuensi (atau akibat)bagi pelakunya.

Motivasi menurut Vromm, mengarah pada keputusan mengenai berapa banyak usaha yang akan dikeluarkan dalam suatu situasi tugas tertentu. Motivasi juga dipengaruhi oleh peluang yang dirasakan oleh karyawan untuk mendapatkan berbagai hasil sebagai akibat dari tercapainya tujuan prestasinya. Sedangkan harapan, menurut instrumentaly room adalah istilah mewakili keyakinan individu bahwa suatu tingkat usaha tertentu akan diikuti dengan suatu tingkat prestasi tertentu. Harapan merupakan bentuk probabilitas subyektif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi harapan seorang karyawan sebagai berikut :
Self esteem.
Self efficacy.
Keberhasilan sebelumnya pada tugas tersebut.
Bantuan yang diterima dari seorang pengawas dan para bawahan.
Informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
Bahan yang baik dan perlengkapan yang baik untuk digunakan.

2 komentar:

Filadelfius Prakuswidya Kadiaman Wirasugema mengatakan...

wah bu...
blog anda membantu sekali
karena gw pas ada tugas tentang teori situasional..

Terima kasih banyak,,
maaf dah mengcopy blog anda untuk tugas nih klo gak w ga bisa UAS..

Makasih y ^^.

Filadelfius Prakuswidya Kadiaman Wirasugema mengatakan...

Bermanfaat banget nih blog,,
kembangkan lagi kresinya...

Datang ke Blog w juga dunk,,
dan jangan lupa kasih comment y ^^.
Good comment loch..

http://widyshouse.blgspot.com